salju

welcome...

me.......

PhunkyPhresh.Com

Sabtu, 02 Mei 2009

Nadli's Story



Hari ini tepat 3 hari kematian ayah dari Nadli Affandy teman kami. Kami sekelas pun sangat merasakan kesedihan yang dirasakan teman kami yang paling suka humor ini. Kini tawa dan candanya mulai tak jumpa lagi di pelupuk mata kami.
Hal itu dirasakan saat mengikuti tahlilan di rumahnya. Kesedihan itu tampak dari wajahnya. Sebagaimana pun dia berusaha menutupinya, namun itu tidak dapat ia lakukan. Terkadang ketika kami memancing tawa itu keluar yah lumayan sulit, tapi hanya itulah yang dapat kami lakukan untuk menghiburnya, melihat tawa serta semangatnya lagi. Kami hanya berharap setelah kejadian ini dia tetap seperti dulu. Nadli yang lucu, ramah, baik , cerewet, humoriz yang membuat orang di dekatnya selalu menjual gigi dan tak jarang orang bisa menahan ketawanya apa lagi jika bersama Siful. Sepertinya perut sudah melilit karena terus tertawa. Nadel, kami hanya ingin melihat kamu kembali seperti dulu, jangan sedih yah sebab semua orang akan merasakan yang namanya kematian. Cepat atau lambat kita pun jug akan merasakan hal tersebut, jadi mulai sekarang kami harap kamu bisa menjadi yang lebih baik, lebih bisa menyayangi ibu dan adik-adikmu sebab hanya kamulah yang dapat menjadi sang penyelamat dan pelindung bagi mereka. Jangan biarkan senyum dan tawa itu hilang dari dirimu, sebab itulah hal yang paling disukai oleh kami semua yaitu saat sahabat-sahabat yang kami sayangi tetap tersenyum indah menatap masa depan yang cerah menunggu di depan mata kita. Nadli semangat……!!!!!!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

videoQ